Agustus 8, 2026

Dibiarkan Berhari -Hari, Baru Gerak Setelah Viral.

Padangsidimpuan || Karbonews.com – Aktivis R.S. angkat bicara dugaan kotornya alaman bolak, selesai pada Minggu (10/5), seluruh kawasan Halaman Bolak berubah menjadi tempat penumpukan sampah. Sisa makanan, kemasan plastik, botol minuman, kertas, dan berbagai limbah kegiatan berserakan di halaman, jalan setapak, hingga sudut-sudut taman. Kondisi ini dibiarkan begitu saja selama berhari-hari, tepatnya pada Senin dan Selasa, tanpa ada tanda-tanda pembersihan. Tidak terlihat adanya petugas kebersihan yang bertugas, tidak ada kendaraan pengangkut sampah yang datang, seolah kawasan itu dilupakan begitu saja. Rabu (13/05/2026).

“Saya sendiri turun langsung ke lokasi untuk melihat. Hari kedua, setelah acara selesai, sampah masih menumpuk, baunya sudah mulai busuk, dan pemandangannya sangat memalukan. Tapi begitu gambar-gambar ini menyebar dan jadi pembicaraan banyak orang, kemarin sore tiba-tiba ratusan petugas dikerahkan, mobil pengangkut sampah berdatangan dari berbagai arah, seolah-olah bekerja dengan sangat rajin. Faktanya jelas: baru dibersihkan saat sudah ketahuan, baru ditangani saat sudah malu. Itu bukan tanggung jawab, itu sekadar takut dikritik,” tegas R.S.

Ia menekankan bahwa tindakan pembersihan yang dilakukan belakangan ini bukanlah bentuk kepedulian, melainkan respons paksaan karena tekanan publik. Jika tidak ada yang merekam dan menyebarkan kondisi tersebut, diyakini kawasan itu akan tetap kotor dan dibiarkan berhari-hari lagi.

Hal yang paling menjadi sorotan R.S adalah masalah anggaran. Berdasarkan dokumen rencana kerja dan anggaran daerah yang telah disepakati, pemerintah kota telah mengalokasikan dana yang sangat besar khusus untuk persiapan, penataan, kebersihan, dan pengelolaan limbah sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan Tapanuli 2026. Pos anggaran untuk kebersihan dan pemeliharaan pasca kegiatan saja tercatat bernilai ratusan juta rupiah, yang tujuannya menjamin lokasi tetap bersih, rapi, dan nyaman kapan pun.

Namun kenyataan yang ada di lapangan sangat bertentangan dengan perencanaan dan dana yang telah dikeluarkan.
“Kami tidak langsung menuduh ada penyelewengan atau penggelapan, tapi fakta yang ada menimbulkan pertanyaan besar yang harus dijawab: Ke mana perginya anggaran yang sudah disiapkan itu? Jika uangnya sudah dibelanjakan sesuai rencana, seharusnya ada tim kebersihan yang siaga langsung saat acara selesai, sampah langsung diangkut, dan kawasan ini bersih seketika. Kenapa malah dibiarkan kotor berhari-hari? Ada ketidaksesuaian yang sangat jauh antara anggaran yang dilaporkan dengan hasil kerja nyata yang kami lihat,” ujar R.S.

Ia menambahkan bahwa masyarakat berhak mengetahui secara jelas dan rinci penggunaan dana tersebut. Apakah anggaran itu benar-benar digunakan untuk kebersihan, atau ada pos-pos pengeluaran yang tidak diketahui publik? Ketidakjelasan ini yang kemudian memunculkan dugaan di kalangan masyarakat bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam pengelolaan dana tersebut, meskipun hal ini masih berupa dugaan dan perlu pembuktian lebih lanjut.

Menyikapi hal ini, R.S bersama warga dan elemen masyarakat menuntut pemerintah kota memberikan penjelasan yang transparan dan terbuka terkait dua hal utama:

1. Pertanggungjawaban kinerja: Mengapa kawasan Halaman Bolak dibiarkan kotor berhari-hari dan baru dibersihkan setelah viral? Di mana tanggung jawab dinas terkait dan petugas yang seharusnya bertugas?

2. Transparansi anggaran: Pemerintah harus mempublikasikan rincian penggunaan anggaran khusus kebersihan dan pemeliharaan Tapanuli 2026, agar masyarakat bisa melihat dan memverifikasi sendiri apakah dana tersebut digunakan dengan benar dan tepat sasaran.

“Kami tidak ingin berprasangka buruk, tapi fakta di lapangan menuntut jawaban. Halaman Bolak adalah wajah kota. Jika urusan menjaga kebersihan tempat ini saja masih ada masalah besar seperti ini, tentu masyarakat akan bertanya-tanya soal pengelolaan hal-hal lain. Kami harap pemerintah kota mau menjelaskan secara terbuka dan bertanggung jawab atas kejadian ini,” tutup R.S.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kota Padangsidimpuan terkait tudingan kelalaian dan pertanyaan soal pengelolaan anggaran ini. Masyarakat kini menunggu apakah akan ada penjelasan yang memuaskan, atau justru kebingungan akan semakin bertambah.

Berita Terkait