Agustus 12, 2026

Mahasiswa Desak Kejari Tapanuli Selatan: Laporan Dugaan Penyimpangan Proyek JUT Berdasarkan Temuan BPK Diduga Terkatung-Katung Tanpa Kabar  

TAPANULI SELATAN,karbonews.com || Setelah sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan dan menyerahkan laporan dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek Jalan Usaha Tani (JUT), sejumlah mahasiswa kini kembali mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapanuli Selatan agar segera menindaklanjuti laporan yang telah mereka sampaikan.

Hingga berita ini diturunkan, diduga belum terdapat satu pun informasi resmi yang disampaikan pihak Kejari Tapanuli Selatan terkait perkembangan penanganan laporan tersebut. Mahasiswa menilai, laporan yang justru merujuk pada temuan resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu seakan dipelihara dalam kebisuan, seolah tak memiliki urgensi untuk segera dituntaskan.

Dalam laporan yang diserahkan, mahasiswa menyoroti dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek Jalan Usaha Tani yang mengacu langsung pada temuan hasil pemeriksaan BPK. Seharusnya, temuan lembaga pemeriksa keuangan negara tersebut menjadi pegangan kuat bagi aparat penegak hukum untuk segera membuka lembar demi lembar dugaan pelanggaran yang terjadi. Namun kenyataannya, hingga hari ini diduga belum terlihat langkah nyata penyelidikan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Mahasiswa meminta Kejari Tapanuli Selatan segera bekerja secara profesional, transparan, dan sepenuhnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Mereka menegaskan: proses penanganan perkara harus berjalan objektif, bukan tertunda-tunda tanpa alasan yang jelas, guna memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran rakyat yang nyatanya tidak sedikit jumlahnya.

Sementara itu, pihak media telah berupaya berulang kali mengonfirmasi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan terkait dugaan penyimpangan yang dilaporkan. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan diduga belum memberikan tanggapan apa pun melalui jalur komunikasi yang tersedia. Kebisuan ini justru semakin memperkuat dugaan di tengah masyarakat bahwa ada hal-hal yang sengaja ditutup-tutupi, seakan ada upaya sengaja meredam sorotan agar persoalan ini perlahan terlupakan begitu saja.

Kepada awak media, perwakilan mahasiswa menegaskan sikap mereka: kami tidak akan diam dan pergi. Laporan ini akan terus kami kawal langkah demi langkah, hingga ada kejelasan resmi dari aparat penegak hukum. Jika memang tidak ada yang disembunyikan, mengapa proses penanganan diduga berjalan lambat dan tertutup? Mengapa pihak terkait diduga enggan memberikan penjelasan terbuka kepada publik?

Publik pun berhak mengetahui: kemana saja alokasi anggaran proyek Jalan Usaha Tani itu terserap? Apakah pembangunan yang tercatat di atas kertas benar-benar nyata di lapangan? Dan siapa pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas segala temuan penyimpangan yang telah dipaparkan BPK?

Karbonews.com akan terus mengawal dan memperbarui pemberitaan ini apabila telah memperoleh keterangan resmi dari Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan maupun Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan.

Berita Terkait