Agustus 1, 2026

Kemendikdasmen Distribusikan 5,5 Juta Buku Bacaan Bermutu ke SD dan SMP, Perkuat Fondasi Literasi Nasional

Jakarta,Karbonews.com || Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali memperkuat upaya peningkatan literasi nasional dengan mendistribusikan 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Secara simbolis, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melepas pengiriman jutaan buku tersebut yang akan disalurkan ke 18.444 Sekolah Dasar (SD) dan 6.165 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi.

Program ini merupakan salah satu prioritas Kemendikdasmen dalam memperluas akses peserta didik terhadap bahan bacaan berkualitas sekaligus memperkuat budaya literasi sebagai fondasi utama terwujudnya pendidikan bermutu dan berkeadilan bagi seluruh anak Indonesia.

“Selamat atas capaian yang membanggakan, pelepasan 5 juta buku untuk SD dan SMP untuk meningkatkan literasi anak-anak,” kata Abdul Mu’ti saat menghadiri pelepasan distribusi buku di Kudus, Jawa Tengah, sebagaimana disampaikan dalam siaran pers yang diterima, pada (1/8/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga ditentukan oleh kuatnya budaya membaca yang dibangun sejak usia dini.

Karena itu, Kemendikdasmen menempatkan penguatan literasi sebagai salah satu strategi utama dalam mencetak generasi Indonesia yang unggul, kreatif, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ia menjelaskan, terdapat tiga langkah strategis yang ditempuh Kemendikdasmen dalam membangun ekosistem literasi nasional:

1. menumbuhkan kebiasaan membaca (book engagement) agar membaca menjadi bagian dari budaya sehari-hari peserta didik.

2. meningkatkan kecakapan membaca sehingga anak mampu memahami, menganalisis, dan memanfaatkan informasi secara efektif.

3. memastikan ketercukupan bahan bacaan bermutu di setiap satuan pendidikan sebagai penunjang proses pembelajaran.

Distribusi buku kali ini juga dilakukan secara tepat sasaran. Kemendikdasmen memprioritaskan sekolah-sekolah yang berdasarkan hasil Asesmen Nasional Tahun 2025 masih berada di bawah kompetensi minimum pada aspek literasi dan belum pernah menerima bantuan buku pada tahun-tahun sebelumnya.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi kesenjangan akses terhadap bahan bacaan berkualitas sekaligus mempercepat peningkatan kemampuan literasi di daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih.

Buku yang didistribusikan terdiri atas buku cerita bergambar untuk jenjang SD, serta komik edukatif dan novelet bagi siswa SMP.

Pemilihan jenis bacaan tersebut disesuaikan dengan karakteristik perkembangan peserta didik agar kegiatan membaca menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.

Kemendikdasmen berharap kehadiran buku-buku tersebut tidak hanya meningkatkan minat baca siswa, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar, memperluas wawasan, serta membangun kemampuan berpikir kritis sejak dini.

Sejak program bantuan buku bacaan bermutu dilaksanakan, pemerintah telah mendistribusikan lebih dari 42 juta eksemplar buku bacaan kepada anak-anak Indonesia hingga tahun 2026.

Program tersebut menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan literasi peserta didik.

Berdasarkan kajian Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Tahun 2025, sekolah-sekolah yang menerima bantuan buku mengalami peningkatan capaian literasi yang lebih baik dibandingkan sekolah pembanding yang belum memperoleh bantuan serupa.

Temuan tersebut memperkuat keyakinan pemerintah bahwa penyediaan bahan bacaan berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, mengatakan seluruh buku yang didistribusikan telah melalui proses kurasi oleh Pusat Perbukuan sehingga memenuhi standar mutu, baik dari sisi isi, ilustrasi, maupun penyajiannya.

“Kami menyiapkan sekitar 100 judul untuk Sekolah Dasar dan 100 judul untuk Sekolah Menengah Pertama. Setiap SD akan menerima 200 eksemplar buku, sedangkan setiap SMP memperoleh 300 eksemplar buku,” ujar Hafidz.

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya menghadirkan buku dalam bentuk cetak, tetapi juga menyediakan berbagai format bahan bacaan yang lebih inklusif, seperti buku digital, buku audio, video pembelajaran, dan buku braille.

Dengan demikian, layanan pendidikan bermutu dapat menjangkau seluruh peserta didik, termasuk anak-anak penyandang disabilitas dan mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Dari total buku yang didistribusikan tahun ini, sebanyak 3.688.800 eksemplar diperuntukkan bagi jenjang SD dan 1.849.500 eksemplar untuk jenjang SMP.

Keseluruhan program tersebut didukung anggaran sebesar Rp40.657.715.000.

Hafidz menambahkan, keberhasilan distribusi jutaan buku ini tidak terlepas dari dukungan berbagai mitra yang terlibat dalam proses produksi hingga pengiriman.

“Kami atas nama kementerian menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mitra kami, PT Pura Barutama, yang telah melakukan pencetakan sesuai jadwal dan standar kualitas yang ditentukan. Apresiasi juga kami sampaikan kepada PT Mars Akbar Mandiri yang melaksanakan distribusi buku ke seluruh daerah,” katanya.

Melalui distribusi lebih dari 5,5 juta buku bacaan bermutu ini, Kemendikdasmen berharap semakin banyak sekolah memiliki koleksi bacaan yang memadai untuk mendukung pembelajaran.

Pemerintah juga optimistis penguatan budaya membaca akan berdampak pada meningkatnya kemampuan literasi peserta didik, yang pada akhirnya menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global.

Ervinna

Berita Terkait