Agustus 7, 2026

Diduga Dana Hilang Rp 21,7 Milyar Masyarakat Mulai Geram

Sumatra Utara, Karbonews.com II Publik Kota Padangsidimpuan kini semakin dihadapkan pada dugaan yang sangat kuat dan memilukan terkait pengelolaan keuangan daerah.

Berdasarkan dokumen Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 5 Tahun 2025, diduga tercatat secara jelas bahwa Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) atau sisa uang tahun sebelumnya yang semula bernilai Rp 27 Miliar, tiba-tiba berkurang drastis menjadi hanya Rp 5,2 Miliar.

Artinya, terdapat selisih dana sebesar Rp 21.775.935.007,00 yang diduga “hilang” atau dialihkan penggunaannya tanpa penjelasan rinci yang memuaskan publik.

“Saya tidak pernah dapat apa apa” 
Ironisnya, di tengah “hilangnya” dana miliaran rupiah tersebut, nasib rakyat kecil justru terabaikan.

Seorang kakek berusia 78 tahun, warga Dusun Sibulu Tolang, Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, mengaku meneteskan air mata meminta pertolongan.

“Pak, umur saya sudah mau 80 tahun. Rumah bocor, badan sakit-sakitan.
Bahkan Saya humpuh tidak bisa bekerja,Rumah 3Km dari perkampungan. Saya dengar-dengar pemerintah punya banyak uang, ada bantuan dari pusat, tapi kenapa tangan saya tidak pernah memegang uang itu sama sekali?” keluh kakek tersebut dengan suara bergetar.

“Saya minta tolong Bapak Presiden Prabowo Subianto, tolong lihat nasib kami di sini. Kenapa uang negara banyak tapi kami rakyat kecil tidak tersentuh? Apakah uangnya sampai ke kami atau kemana?” tambahnya memelas.

Dugaan Kebocoran dan Ketidakadilan 
Kondisi ini memicu dugaan keras di tengah masyarakat:

1. Dugaan Kebocoran Anggaran
Mengapa dana Silpa bisa berkurang Rp 21,7 Miliar dalam sekejap? Kemana perginya uang tersebut? Mengapa tidak ada rincian proyek dan pelaksananya yang jelas?

2. Dugaan Ketidakadilan Penyaluran
Mengapa warga yang sangat membutuhkan seperti lansia dan kaum dhuafa justru tidak mendapatkan bantuan sama sekali, padahal anggaran seharusnya tersedia?

3. Dugaan Ketidaksiapaan Tangani Bencana
Selain Silpa, anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) juga dipotong besar-besaran dari Rp 3,6 Miliar menjadi Rp 2 Miliar, hanya beberapa hari sebelum banjir bandang melanda.

4. Nasib Bantuan Presiden
Kemana perginya dana bantuan yang diduga telah diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto? Apakah benar sudah cair dan sampai ke tangan korban atau justru hilang ditelan perjalanan?

Tuntutan Publik 
Masyarakat menuntut Pemerintah Kota Padangsidimpuan untuk segera:

– Membuka rincian lengkap penggunaan dana Silpa Rp 21,7 Miliar.

– Menjelaskan proyek apa saja dan siapa pelaksananya.

– Mengecek ulang data penerima bantuan agar hak rakyat kecil tidak dicuri atau terlewatkan.

– Menjelaskan secara transparan mengenai realisasi bantuan dari Presiden RI.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu jawaban yang jujur dan transparan dari pihak eksekutif.

(Berikan berkelanjutan)

Berita Terkait