September 23, 2026

PETI Stingkai Marak di Pulau Kopuang, Puluhan Unit Disebut Beroperasi Setoran di Sorot

SENTAJO RAYA, Karbonews.com || Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) jenis stingkai kembali menjadi sorotan. Kali ini, aktivitas yang diduga marak terjadi di wilayah Desa Pulau Kopuang, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media ini dari seorang narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, disebutkan terdapat puluhan unit PETI jenis stingkai yang telah beroperasi di wilayah tersebut dalam beberapa minggu terakhir.

Yang menjadi perhatian, aktivitas tersebut diduga tidak hanya mengandalkan peralatan stingkai. Untuk mendukung kegiatan pertambangan, disebutkan terdapat penggunaan alat berat yang digunakan untuk mengupas dan membuka lahan, sehingga lokasi yang sebelumnya tidak dapat langsung dikerjakan menggunakan stingkai menjadi siap ditambang.

Jika informasi tersebut benar, kondisi ini tentu menjadi persoalan serius.

Sebab, penggunaan alat berat untuk membuka dan mengubah kontur lahan berpotensi memperbesar dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas PETI.

Kemarau Memperparah Kondisi

Persoalan lingkungan di Pulau Kopuang disebut semakin terasa, terlebih dalam kondisi musim kemarau.

Warga disebut mulai merasakan sulitnya mendapatkan sumber air yang benar-benar jernih. Ditambah aktivitas stingkai yang menggunakan dan mengaduk material tanah, sejumlah genangan air di sekitar lokasi aktivitas diduga berubah menjadi keruh.

Kondisi tersebut tentu menimbulkan kekhawatiran masyarakat apabila berlangsung terus-menerus tanpa adanya langkah penertiban.

Warga berharap aparat penegak hukum tidak menunggu sampai kerusakan lingkungan semakin parah baru kemudian melakukan tindakan.

Dugaan Setoran Keamanan kepada Oknum Aparat

Lebih serius lagi, narasumber juga menyampaikan adanya dugaan pungutan yang disebut sebagai “setoran keamanan”.

Menurut informasi yang diterima media ini, para pemain PETI diduga diminta membayar sejumlah uang secara rutin setiap minggu dengan alasan keamanan. Bahkan, uang tersebut disebut-sebut mengalir kepada oknum aparat.

Namun demikian, informasi mengenai dugaan setoran tersebut masih sebatas keterangan narasumber dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang terbukti.

Jika benar adanya, dugaan tersebut harus menjadi perhatian serius karena bukan hanya menyangkut aktivitas pertambangan ilegal, tetapi juga dugaan adanya pihak tertentu yang memberikan perlindungan atau membiarkan kegiatan tersebut berlangsung.

Pertanyaan besarnya sederhana: bagaimana puluhan unit PETI dapat beroperasi selama berminggu-minggu apabila tidak ada pihak yang mengetahui?

Polsek Kuantan Tengah Diminta Turun ke Lapangan

Masyarakat berharap informasi mengenai maraknya PETI stingkai di Pulau Kopuang segera ditindaklanjuti.

Polres Kuansing, khususnya Polsek Kuantan Tengah, diminta melakukan pengecekan langsung ke lapangan, memastikan kebenaran informasi mengenai puluhan unit stingkai, keberadaan alat berat, serta menelusuri dugaan adanya pungutan yang disebut sebagai setoran keamanan.

Jika ditemukan aktivitas pertambangan tanpa izin, masyarakat tentu berharap proses penegakan hukum dilakukan secara tegas dan transparan.

Jangan sampai masyarakat hanya melihat alat-alat PETI beroperasi, sementara persoalan tersebut seolah menjadi pemandangan biasa.

Apalagi jika benar terdapat dugaan setoran kepada oknum tertentu, maka persoalannya tidak lagi sebatas PETI, tetapi juga menyangkut dugaan adanya pihak yang memfasilitasi, melindungi, atau mengambil keuntungan dari aktivitas ilegal tersebut.Publik kini menunggu langkah nyata aparat.

Apakah informasi mengenai puluhan stingkai di Pulau Kopuang akan segera ditindaklanjuti, atau aktivitas tersebut kembali dibiarkan hingga kerusakan lingkungan semakin meluas?

Redaksi masih membuka ruang konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak Polres Kuansing, Polsek Kuantan Tengah, pemerintah desa, maupun pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut.

Penulis: Roger Claudio

Berita Terkait