Padangsidimpuan, Karbonews.com II Sebuah fakta mencengangkan dan penuh tanda tanya kembali terungkap di Kota Padangsidimpuan. Di salah satu desa, Kepala Desa mengaku sudah mengirimkan data lengkap warga korban banjir sebanyak 127 KK kepada Pemerintah Daerah dan Dinas terkait. 07/06/2026.
Namun ironisnya, ketika bantuan turun ke tangan warga, jumlahnya anjlok drastis. Yang menerima hanya 49 KK.
Selisih data yang mencapai 78 KK ini memicu badai masalah. Warga curiga, massa marah, hingga sempat terjadi kesalahpahaman di mana warga mengira aparat desa yang bermain. Situasi memanas, aksi unjuk rasa pun pecah di halaman kantor desa menuntut kejelasan.
Kades Buka Suara: “Kami Kirim 127, yang Turun Cuma Segini?”
Dalam wawancara eksklusif, Kepala Desa menegaskan bahwa data yang diajukan adalah murni dan lengkap sesuai warga yang terdampak.
“Benar Pak, data yang kami serahkan ke Dinas itu 127 KK. Itu semua warga kami yang rumahnya rusak dan butuh pertolongan. Kami laporkan semuanya tanpa ada yang dikurangi,” ungkapnya.
Tapi kenyataan pahitnya, ketika bantuan datang, jumlahnya tidak sesuai harapan.
“Tapi pada realisasinya, yang bisa kami bagikan hanya 49 KK. Itu pun yang datang mengambilnya sendiri. Sisanya tidak ada kabar, tidak ada penjelasan, seolah hilang ditelan bumi,” tambahnya dengan nada kecewa.
Kades Tegaskan: “Bukan Kami yang Ambil!”
Melihat massa sudah di depan pintu dan demo besar-besaran, Kades segera klarifikasi tegas membela diri.
“Saya tegaskan di sini, Bukan Pihak Desa yang Menggelapkan.Kami hanya menerima apa yang turun dari atas. Kami juga bingung, kami juga marah, kenapa data kami kirim lengkap, tapi yang sampai ke warga dipotong besar-besaran?” ujarnya.
Fakta Paling Aneh: Ada yang Dapat 1,8 Juta, Ada yang Cuma 450 Ribu
Bukan hanya soal jumlah yang hilang, dalam keterangan resminya, Kades juga membeberkan keanehan lain yang tak kalah mencengangkan. Ia mengakui bahwa nilai bantuan yang diterima warga Sangat Tidak Adil.
“Ada warga yang menerima sebesar Rp 1.800.000 (Satu koma delapan juta rupiah). Tapi ada juga yang hanya menerima Rp 450.000 (Empat ratus lima puluh ribu rupiah),” jelasnya.
Perbedaan harga yang mencapai 4 KALI LIPAT ini semakin membuat warga bertanya-tanya. Padahal musibahnya sama, rumah rusaknya sama, tapi kenapa bantuannya beda jauh?
🔥 Warga Guncang Pertanyaan Besar : Itu Bantuan Siapa dan Kemana ???”
Di tengah polemik yang memanas ini, masyarakat kini melontarkan pertanyaan yang sangat pedas dan menyakitkan. Mereka tahu betul bahwa bantuan yang datang bukan dana kecil, melainkan bantuan negara dari tingkat pusat hingga provinsi.
“Blm lagi di kecamatan lain yg terdampak banjir bandang 2025. Kami duga banyak yg tidak tersalurkan Ujar seorang warga.
Warga mendesak jawaban yang jelas:
– Bantuan dari Presiden dan Mensos itu kan untuk pemulihan dan jaminan hidup, nilainya besar.
– Bantuan dari Gubernur juga sudah diumumkan ke publik.
– Kenapa di desa kami cuma dapat sedikit, bahkan banyak yang tidak dapat sama sekali?
– Apakah benar sudah cair ke Kas Daerah, atau diduga kuat ada yang “menilep” di tengah jalan sebelum sampai ke tangan kami yang rumahnya hancur?
Reporter : R. LH

