Agustus 9, 2026

Urusan Jadup Pasca-Bencana Tapteng Berbelit, Warga Tapian Nauli Desak Kemudahan Birokrasi

Tapanuli Tengah || Karbonews.com — Harapan warga terdampak bencana di Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), untuk segera mendapatkan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) tampaknya masih membentur dinding birokrasi yang panjang. Hingga pertengahan Mei ini, para korban bencana yang terjadi pada akhir November tahun lalu itu dilaporkan masih disibukkan dengan urusan pemenuhan berkas administrasi.

Warga mengaku kecewa karena harus kembali mengisi berbagai formulir demi mengajukan pencairan Jadup untuk tahap ke-2 dan ke-3. Padahal, sebagai korban bencana, mereka sangat membutuhkan penanganan dan realisasi bantuan yang cepat guna memulihkan kondisi perekonomian keluarga yang lumpuh.

Keluhan Viral di Media Sosial

Rumitnya proses administrasi ini memicu keluhan terbuka dari masyarakat. Salah satunya mencuat di jagat maya melalui unggahan akun Facebook milik seorang warga bernama Zaraini Caem pada Minggu (17/5/2026).

Dalam unggahannya, Zaraini mengungkapkan rasa keluh kesahnya mengenai tumpukan berkas yang harus diselesaikan warga. Ia menyebutkan bahwa tumpukan dokumen administrasi tersebut baru akan diantarkan ke Kantor Camat Tapian Nauli di Poriaha pada Senin esok hari.

Prosesnya terkesan berbelit-belit, padahal masyarakat ini adalah korban bencana yang seharusnya diprioritaskan dan dipermudah, bukan malah dibebani dengan urusan administrasi yang panjang,” tulisnya dalam narasi yang mendapat banyak simpati dari netizen.

Warga Minta Jalur Birokrasi Dipangkas

Lambatnya penanganan ini membuat warga mendesak Pemerintah Kecamatan Tapian Nauli dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk segera turun tangan. Mereka meminta pihak terkait mengambil kebijakan diskresi guna memangkas jalur birokrasi yang dinilai meresahkan dan tidak berpihak pada kondisi darurat warga.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap aspirasi mereka dapat didengar oleh pemangku kebijakan. Percepatan validasi data dan penyaluran bantuan Jadup dari pihak kecamatan maupun dinas sosial sangat dinantikan agar beban hidup warga terdampak tidak semakin berlarut-larut. (Jh)

Berita Terkait