Kota Bogor,Karbonew.com || Momen Peringatan Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi hari yang sangat istimewa bagi Abdul Rachmat Saleh.
Di tengah gelora semangat kebangsaan, pria yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial ini menorehkan catatan sejarah pribadi yang luar biasa: 27 tahun konsisten mengabdi dalam misi kemanusiaan dan sosial melalui aksi donor darah.
Langkah spiritual dan sosial ini tidaklah singkat. Perjalanan panjangnya dimulai pasca-reformasi 1998, tepatnya pada September 1999. Hingga tahun 2026 ini, tercatat sudah 100 kali jarum donor bersentuhan dengan lengannya demi menyumbangkan darah bagi sesama. Setiap tetes yang dialirkan menjadi penyambung asa dan penyelamat jiwa, terutama bagi ibu melahirkan yang membutuhkan transfusi hingga para penderita thalasemia.
Bagi Abdul Rachmat Saleh, konsistensi selama puluhan tahun ini adalah perpaduan antara komitmen hidup sehat dan panggilan jiwa. Pola hidup bersih yang dilakoninya termasuk tidak pernah merokok sejak kecil menjadi fondasi utama yang menjaga kualitas fisiknya agar selalu siap kapan pun panggilan kemanusiaan itu datang.
Tidak hanya di meja donor, jiwa sosial dan keberanian Abdul Rachmat Saleh juga teruji di medan bencana. Didorong oleh hobi beladiri dan kegemarannya membaca, ia aktif bergerak di divisi kebencanaan daerah maupun pusat melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Ketika bencana menerpa berbagai daerah di tanah air, ia selalu siap terjun ke lapangan sebagai bagian dari apa yang disebutnya sebagai “panggilan suci.”
Atas dedikasi, ketulusan, dan konsistensinya tanpa henti selama lebih dari dua dekade, berbagai penghargaan di bidang sosial dan kemanusiaan telah dianugerahkan kepadanya.
Namun baginya, penghargaan tertinggi adalah kesadaran bahwa aksi nyatanya mampu memberi harapan hidup bagi sesama.
Kisah Abdul Rachmat Saleh menjadi bukti nyata bahwa mengisi kemerdekaan tidak hanya lewat wacana, tetapi juga lewat aksi nyata menyumbangkan darah dan tenaga demi kemanusiaan serta keutuhan bangsa.

