September 26, 2026

Nenek Tunanetra 80 Tahun Asal Padang Sidempuan dikirim naik Travel Ke Medan, Diduga Diusir Menantu karena Tak Lagi Bisa Melihat.

Sumatera Utara, Karbonews.com (04/06/2026) – Kisah pilu dialami Farida Hanum (80), seorang lansia tunanetra yang ditemukan terlantar di Kota Medan setelah diduga diusir oleh menantunya sendiri. Nenek Farida akhirnya dievakuasi dari depan masjid di Jalan Turi, Medan, dan kini mendapat perlindungan di Rumah Lansia Bahagia.

‎
‎Menurut keterangan yang dihimpun, Nenek Farida sebelumnya tinggal bersama keponakannya. Namun, ketika sang keponakan harus pindah ke luar kota, ia mengembalikan Nenek Farida kepada anak kandungnya agar dapat dirawat oleh keluarga dekat.
‎
‎Sayangnya, harapan itu tidak berjalan sesuai harapan. Menurut informasi yang beredar, keberadaan Nenek Farida tidak diterima oleh menantunya. Kondisi fisiknya yang sudah renta dan mengalami kebutaan disebut kerap menjadi pemicu pertengkaran di dalam keluarga hingga akhirnya lansia tersebut diduga diusir dari rumah.
‎
‎Lebih memilukan lagi, Nenek Farida disebut dinaikkan ke sebuah travel dari Padangsidimpuan menuju Medan tanpa tujuan yang jelas. Dalam kondisi tidak dapat melihat dan usia yang sudah menginjak 80 tahun, ia harus menghadapi ketidakpastian seorang diri di kota besar.
‎
‎Selama dua hari, Nenek Farida terlantar di Medan tanpa pendampingan keluarga. Beruntung, keberadaannya diketahui warga dan relawan yang kemudian berupaya memberikan pertolongan.
‎
‎Sejumlah kesaksian dari rekan kerja dan tetangga Nenek Farida turut mengungkap perjalanan hidupnya yang penuh pengorbanan. Saat masih produktif, ia bekerja lebih dari 20 tahun di Malaysia.
‎
‎Bahkan ketika majikannya pernah menawarkan untuk memulangkannya pada 2018, Nenek Farida memilih bertahan karena khawatir tidak bisa lagi mendapatkan pekerjaan di Indonesia.
‎
‎Selama bekerja di negeri jiran, ia rutin mengirimkan uang kepada keluarganya di kampung. Hasil jerih payahnya disebut digunakan untuk membangun rumah dan membeli kebun bagi keluarga.
‎
‎Kini, di usia senja dan dengan kondisi kesehatan yang menurun, Nenek Farida justru harus menghadapi kenyataan pahit ditinggalkan tanpa kepastian tempat tinggal maupun keluarga yang merawatnya.
‎
‎”Jujur kami tidak tega mengirimkan nenek dalam kondisi seperti ini seorang diri. Nenek bukan barang yang bisa dikirim begitu saja,” ungkap pihak yang terlibat dalam proses penyelamatan lansia tersebut.
‎
‎Saat ini Nenek Farida telah dievakuasi dan berada di Rumah Lansia Bahagia untuk mendapatkan perawatan serta tempat tinggal yang lebih layak. Kisahnya menyentuh hati banyak orang dan menjadi pengingat bahwa para orang tua yang telah menghabiskan hidupnya untuk keluarga berhak mendapatkan kasih sayang dan penghormatan di masa tuanya. (RS)

Berita Terkait