September 24, 2026

Damkar Kota Padangsidimpuan Tak Layak Pakai Saat Bertugas, Anggaran Nyaris Nihil, Masyarakat Sangat Kecewa

Padangsidimpuan || Karbonews.com – Di balik upaya pemadaman kebakaran hebat gudang barang bekas di Jalan Sutan Soripada Mulia (Simpang Simarsayang) Jumat (29/5/2026) kemarin, tersorot fakta memalukan dan berbahaya : kondisi armada serta peralatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padangsidimpuan terbukti rusak parah, tidak terawat, dan nyaris tak bisa diandalkan.

Banyak warga yang menyaksikan langsung di lokasi mengeluhkan kinerja petugas dan kendaraan yang digunakan. Bukan karena petugasnya tidak bekerja keras, melainkan peralatan yang mereka bawa justru menjadi beban sendiri.

Berdasarkan laporan di lapangan, terungkap sejumlah kegagalan teknis saat proses pemadaman berlangsung:
– Selang pemadam banyak yang bocor di sana-sini, air justru membasahi jalan bukan ke titik api.
– Mesin penyedot air sering macet dan mati sendiri, membuang waktu berharga saat api sedang membesar.
– Tekanan air lemah, tidak cukup kuat menjangkau bagian atas bangunan yang terbakar.

Akibat kondisi alat yang rusak ini, proses pemadaman yang seharusnya lebih cepat selesai jadi sangat lambat. Api justru makin meluas dan menghanguskan hampir seluruh isi gudang milik Albert Harahap tersebut. Warga bertanya-tanya : Ke mana perginya Anggaran pemeliharaan dan pengadaan alat?

Kejanggalan makin menjadi saat diketahui fakta di balik layar: Anggaran yang dialokasikan khusus untuk operasional, pemeliharaan, dan pengadaan peralatan Damkar Padangsidimpuan nyaris nihil alias kosong melompong.

Padahal, Padangsidimpuan dikenal kerap mengalami musibah, baik bencana alam maupun kebakaran. Namun kenyataannya, armada yang ada sudah tua renta, banyak suku cadang tidak diganti, selang sudah getas dan bolong, serta kendaraan sering mogok di jalan sebelum sampai lokasi kebakaran.

Dugaan publik makin menguat, mengingat belakangan ini Pemko Padangsidimpuan disorot tajam terkait kasus bencana dan dugaan korupsi dana ratusan miliar rupiah. Masyarakat menduga anggaran yang seharusnya dipakai untuk merawat alat keselamatan publik seperti Damkar, justru dialihkan, ditahan, atau dikorupsi untuk kepentingan lain.

“Aneh sekali, Pemko bisa mengaku butuh uang ratusan miliar untuk ‘kerusakan rumah’ yang sebagian besar bohong, tapi untuk beli selang baru dan service mesin damkar saja tidak ada dana? Ini jelas ada yang tidak beres,” ujar salah satu warga yang marah melihat kondisi alat pemadam.

Kondisi memprihatinkan ini bukan sekadar masalah administrasi, tapi ancaman nyata bagi keselamatan jiwa dan harta benda warga. Jika Damkar tidak punya alat layak pakai, siapa lagi yang akan melindungi kota saat kebakaran terjadi?

Kasus kebakaran Gudang Barang Bekas barusan menjadi bukti nyata : Uang negara yang seharusnya untuk pelayanan dasar raib, sementara alat pelindung warga dibiarkan rusak. Publik kini menuntut penjelasan: Di mana anggaran Damkar? Apakah ikut raib dalam rekayasa data bencana yang sedang diselidiki itu?

Warga tidak mau lagi mendengar alasan klasik “kurang dana”, saat fakta besar penggelembungan anggaran di sektor lain sudah terang benderang. (RS)

Berita Terkait