September 24, 2026

Tim Akademisi STIE Ganesha Jakarta Susuri Sungai Atasi Genangan Air Serta Banjir Bersama Relawan Forum Peduli Sungai Ciputat

oplus_32

 

Karbonews.com, Ciputat , Tangsel – Upaya mencari akar persoalan banjir yang selama puluhan tahun terjadi di wilayah Ciputat, serta genangan air di jalanan ketika terjadi hujan deras maupun intensitas ringan.

Hal ini yang diinisiasi oleh Forum Peduli Sungai Ciputat dipusatkan mulai dari kawasan lingkungan Kampus Universitas Terbuka ( UT ), Perumahan Cipayung Mas , Nerada Estate Hingga Perumahan Pondok Hijau.

Sebanyak 200 relawan dari berbagi unsur dan isntansi pemerintah menyusuri aliran Kali Ciputat sepanjang empat kilometer, Minggu (31/5/26).

Kegiatan itu bertujuan mencari penyebab banjir yang kerap melanda kawasan sekitar sungai.

Selain itu tim susur sungai juga membersihkan sampah yang berada di sungai sekaligus melakukan pendataan kondisi sungai

Para relawan berjalan di dalam aliran sungai tanpa menggunakan perahu.

Mereka dilengkapi sepatu bot, pelampung, dan perlengkapan keselamatan lainnya.

Selama kegiatan berlangsung, relawan mengumpulkan berbagai jenis sampah dari aliran sungai.

Sampah yang ditemukan berupa plastik, ranting, batang pohon, dan material lainnya.

Material tersebut dinilai berpotensi menghambat kelancaran aliran air.

Sampah yang terkumpul diarahkan ke titik jaring yang telah dipasang sebelumnya.

Jaring dipasang di dua lokasi berbeda untuk memudahkan proses pengangkatan sampah.

Tim dosen dan akademisi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIE Ganesha Jakarta turut ambil bagian dalam kegiatan aksi peduli lingkungan dengan menyusuri aliran Sungai Ciputat.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sungai yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir dan genangan air di sejumlah titik jalan raya yang berada di sekitar kawasan Sungai Ciputat.

Aksi tersebut melibatkan sekitar 30 peserta yang terdiri dari dosen, akademisi, serta relawan lingkungan.

Kegiatan penyusuran sungai dipimpin langsung oleh Aep Saefullah selaku koordinator lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemantauan kondisi aliran sungai, mengidentifikasi titik-titik penyumbatan, serta mengamati berbagai faktor yang berpotensi menyebabkan meluapnya air saat curah hujan tinggi.

Selain itu, peserta juga memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan.

Aep Saefullah, MM menyampaikan bahwa aksi peduli ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mencari solusi terhadap persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah sekitar Sungai Ciputat.

Melalui kegiatan tersebut, LPPM STIE Ganesha Jakarta berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan serta melakukan langkah-langkah konkret dalam penanganan banjir dan genangan air yang sering mengganggu aktivitas warga.

Dini mengatakan, kegiatan ini berawal dari inisiatif warga yang ingin mengetahui penyebab banjir yang sering terjadi di wilayah mereka.

“Awalnya ini diinisiasi oleh RT dan RW di Kelurahan Cipayung karena beberapa wilayah kami sering mengalami banjir.

Jadi kami ingin melihat langsung kondisi sungai, apakah ada kendala atau masalah yang menyebabkan aliran air tidak lancar,” kata Dini.

Sementara itu, inisiator kegiatan, Nia, mengatakan hasil penyusuran akan didata dan dijadikan bahan analisis untuk disampaikan kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Dini menjelaskan kegiatan ini dipicu dari keresahan warga terhadap banjir yang berulang. Warga ingin mengetahui kondisi sungai secara langsung.

Mereka juga ingin mengidentifikasi kendala yang menyebabkan aliran air tidak lancar.

“Kegiatan ini diinisiasi RT dan RW karena beberapa wilayah sering mengalami banjir,” kata Dini.

“Kami ingin melihat langsung kondisi sungai dan sumber permasalahannya,” lanjutnya.

Sementara itu, inisiator kegiatan, Nia, mengatakan hasil penyusuran akan didokumentasikan.

Data tersebut nantinya disampaikan kepada Pemkot Tangsel.

Menurutnya, hasil pendataan dapat menjadi bahan evaluasi penanganan sungai.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan menjaga ekosistem alami sungai.

“Kami ingin habitat asli sungai tetap terjaga. Data yang terkumpul nantinya bisa menjadi masukan bagi pemerintah,” ujar Nia.

Adapun relawan yang terlibat berasal dari Tangsel, Kota Tangerang, dan Jakarta. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja.

Kegiatan ini turut melibatkan pemerintah daerah dan berbagai komunitas lingkungan. BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, serta akademisi juga ikut terlibat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi penanganan banjir yang lebih efektif.

Hingga Minggu siang, penyusuran masih berlangsung. Relawan yang terlibat berasal dari Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga Jakarta dan dibagi ke dalam beberapa tim.

Kegiatan tersebut juga melibatkan unsur pemerintah daerah, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, akademisi, serta komunitas pecinta lingkungan.

Cakra Langit

DPN Jurnalistik Reformasi Indonesia

Berita Terkait