Padangsidimpuan, Karbonews.com II Polemik dugaan pelanggaran aturan internal di Universitas Graha Nusantara (UGN) Padangsidimpuan semakin memanas. Kali ini, bukan hanya satu orang, melainkan REKTOR DAN wakil rektor II diduga kuat sama-sama memilih sikap BUNGKAM dan tidak mau memberikan jawaban.
Senin, 27 April 2026
⚠️ Catatan Hukum & Jurnalis
Sesuai dengan asas praduga tak bersalah (Presumption of Innocence), seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini Diduga Bersalah Sampai Ada Putusan Pengadilan Yang berlakun tetap dan inkrah.
Penyataan Jelas via WhatsApp
Sebelumnya, awak media telah mengirimkan pesan resmi melalui WhatsApp langsung kepada kedua pimpinan tertinggi tersebut, dengan pertanyaan yang sangat jelas:
“Apakah benar ada okmum yang pejabat yang memiliki hubungan keluarga menjabat dalam satu garis STRUKTURAL dalam periode yang sama Didalam Manejemen UGN PADANGSIDIMPUAN?”
Kami juga melampirkan dan menyinggung aturan tertulis mereka sendiri, yaitu Status UGN Tahun 2024 halaman 54, Angka 20:”Dosen yang memiliki Hubungan keluarga inti Tidak Boleh menjabat Dalam satu gari Sturuktual pada periode yang sama.”
Pesan tersebut dikirim secara sopan dan formal, serta membuka ruang bagi mereka untuk memberikan klarifikasi atau pembelaan.
Fakta Nyata: Keduanya Diam Seribu Bahasa
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Hingga berita ini diturunkan:
✅ Rektor 1 – Pesan WA terkirim, namun TIDAK ADA BALASAN. Tidak ada jawaban iya, tidak ada jawaban tidak.
✅ Rektor 2 – Sama halnya, pesan masuk namun SILENCE. Tidak ada respon sama sekali.
Kedua pemimpin kampus ini diduga sengaja mengabaikan dan menutup telinga terhadap pertanyaan publik. Padahal, sebagai pimpinan lembaga pendidikan, mereka memiliki kewajiban moral dan hukum untuk bersikap transparan.
– Kenapa Sama-sama Takut Bicara?
Sikap diam Rektor 1 dan Rektor 2 ini justru memunculkan dugaan baru di masyarakat:
– Apakah dugaan adanya Rangka Jabatan dan Nepotisme itu memang benar adanya?- Apakah mereka sama-sama tahu tapi memilih tutup mata dan tutup telinga?- Kenapa harus takut menjawab jika memang aturan ditaati dan tidak ada pelanggaran?
Kampus yang seharusnya mencetak generasi yang berani berkata jujur, justru dikelola oleh pemimpin yang diduga takut menghadapi kebenaran.
Tuntutan Warga dan Akademisi
Masyarakat dan kalangan pendidikan menuntut agar pimpinan UGN segera sadar dan bertindak profesional.
“JANGAN BASA-BASI! JIKA BENAR TIDAK SALAH, JAWABLAH! TAPI JIKA MEMANG TERJADI PELANGGARAN, SEGERA PERBAIKI! JANGAN BUNGKAM SEPERTI MAKHLUK HALUS!”

