Juni 15, 2026

Bangunan Sekolah di Padangsidimpuan AKTIF Namun Tidak Layak Pakai untuk Belajar, Sementara Uang dari Pusat Cair Terus

Padangsidimpuan || Karbonews.com – Kenyataan pahit kembali terungkap jelas di depan mata tim investigasi NawacitaPost.com. Hari ini, Sabtu (6/6/2026), dua wartawan kami turun langsung ke lokasi sebuah Sekolah Dasar (SD) terpencil di salah satu wilayah kota ini. Apa yang kami temukan sungguh memilukan, membuat hati perih, dan makin menguatkan dugaan keras bahwa anggaran pendidikan miliaran rupiah yang dikucurkan Pemerintah Pusat diduga besar dikorupsi atau dialihkan oknum daerah.

Bangunan sekolah yang menjadi tempat belajar puluhan anak ini kondisinya sangat memprihatinkan: dinding retak dan banyak yang bolong, atap bocor parah hingga saat hujan anak-anak harus berpindah tempat mengajar, lantai tanah yang berdebu atau becek, serta fasilitas ruang kelas yang jauh dari kata layak. Padahal, sekolah ini bernaung di bawah satu sekolah induk yang lokasinya tak jauh dari lingkungan Pemerintah Kota Padangsidimpuan.

“Anak kami belajar di sini setiap hari. Kami takut, takut bangunan ini roboh, takut ada apa-apa sama anak kami. Sudah bertahun-tahun begini, lapor ke mana-mana jawabnya ‘nanti diperbaiki’, tapi sampai sekarang tidak ada perubahan. Kami lihat di TV Presiden Prabowo Subianto berikan anggaran besar untuk sekolah seluruh Indonesia, sampai ke desa-desa. Tapi kenapa di sini tidak ada tanda-tanda perbaikan sama sekali?” keluh seorang orang tua murid dengan mata berkaca-kaca.

Fakta di lapangan ini menimbulkan pertanyaan besar yang tak bisa dijawab lagi dengan alasan kekurangan dana:

Presiden Prabowo Subianto secara tegas dan nyata mengucurkan anggaran pendidikan besar ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil, khususnya untuk perbaikan gedung, sarana prasarana, dan kesejahteraan guru. Dana Program Indonesia Pintar (PIP), Dana BOS, dan Hibah Daerah nilainya mencapai puluhan miliar rupiah yang masuk ke kas daerah setiap tahunnya.

TAPI FAKTANYA: Sekolah ini tidak pernah diperbaiki, tidak ada penambahan fasilitas, dan kondisinya tetap memprihatinkan bertahun-tahun.

“Apakah sekolah ini tidak dapat anggaran sama sekali? Atau anggarannya sudah cair tapi di mana? Apakah laporan ‘100% selesai diperbaiki’ yang sering disampaikan ke pusat itu bohong besar? Apakah foto-foto gedung bagus yang dilaporkan itu hanya foto sekolah induk saja, sementara sekolah cabang terpencil seperti ini dikubur datanya?” tegas tim investigasi NawacitaPost.

Kondisi ini makin menguatkan dugaan yang sudah kami ungkap berbulan-bulan lamanya: Terjadi rekayasa data pemalsuan laporan. Diduga, oknum terkait hanya melaporkan sekolah-sekolah yang dekat kantor dinas atau yang mudah terlihat, sementara sekolah terpencil seperti ini dihapus dari Daftar prioritas, uangnya diambil, lalu dilaporkan seolah semua sudah selesai dan layak pakai.

Penderitaan anak-anak dan warga di sini tidak berhenti di bangunan rusak saja. Masalah lain yang sangat serius juga kami temukan:

1. NASIB GURU TAK JELAS: Para pendidik yang berjuang mengajar di lokasi terpencil ini diduga tidak mendapatkan haknya secara layak. Honor mereka sering terlambat, tidak jelas sumbernya, atau nilainya sangat jauh di bawah standar. Padahal aturan pusat mewajibkan kesejahteraan guru menjadi prioritas utama. Apakah uang tunjangan guru ini juga ikut raib?
2. AKSES JALAN SANGAT SULIT: Untuk mencapai lokasi sekolah ini, akses jalannya rusak parah, berlubang, dan sulit dilalui kendaraan. Anak-anak harus berjalan kaki jauh melewati jalanan becek dan berbatu demi menuntut ilmu. Padahal anggaran perbaikan jalan desa juga diduga besar dikucurkan, tapi tidak sampai ke sini.

“Mereka juga anak bangsa, mereka juga punya hak sama. Kenapa yang di kota dapat gedung bagus, fasilitas lengkap, sementara anak kami di sini dibiarkan belajar di kandang yang hampir rubuh? Ini diskriminasi, ini penindasan, dan ini bukti nyata bahwa uang pendidikan di Padangsidimpuan Tidak Sampai Ke Sasaran, tapi raib di tangan pejabat,” tambah warga lainnya.

Kondisi memiriskan ini adalah bukti nyata bahwa perhatian pemerintah daerah masih sangat minim, berat sebelah, dan penuh kecurigaan penyalahgunaan anggaran. Kami dari NawacitaPost menuntut tegas:

1. Kepada Pemerintahan Kota Padangsidimpuan & Dinas Pendidikan:
Jawab sekarang! Di mana perginya anggaran perbaikan sekolah dan tunjangan guru? Kenapa bangunan ini rusak parah bertahun-tahun tapi laporan resmi tertulis “Baik dan Layak”? Jangan lagi diam berbulan-bulan seperti kasus-kasus korupsi sebelumnya. Diam Anda Adalah Bukti Bersalah Anda. Segera alokasikan dana nyata, perbaiki gedung ini sekarang juga, dan pastikan guru terima haknya.
2. KEPADA GUBERNUR SUMATERA UTARA, BOBBY NASUTION:
Kami mohon perhatian khusus Bapak. Lihatlah kondisi ini. Uang dari Pemerintah Pusat sudah dikirimkan cukup, tapi di daerah diduga dikorupsi. Bapak selalu wakil pemerintah di daerah harus turun tangan langsung, cek lapangan, dan pastikan setiap rupiah untuk pendidikan benar-benar sampai ke tangan anak-anak dan guru, bukan ke kantong oknum.
3. KEPADA PENEGAK HUKUM:
Fakta sekolah rusak di tengah melimpahnya anggaran adalah bukti kuat tindak pidana korupsi dan pemalsuan laporan. Segera masuk, audit semua dana pendidikan dari 2023–2026, dan telusuri ke mana perginya uang yang seharusnya untuk anak-anak ini.

“Anak-anak ini tidak salah lahir di daerah terpencil. Mereka berhak dapat pendidikan layak sesuai amanat Undang-Undang dan perhatian Presiden Prabowo. Jangan sampai harapan masa depan mereka hancur hanya karena ada oknum yang rakus mencuri hak mereka. Kami akan terus awasi, terus lapor, dan tidak akan diam sampai sekolah ini berdiri kokoh dan layak dipakai. Keadilan pendidikan harus ditegakkan di Padangsidimpuan!” pungkas tim investigasi NawacitaPost.

Kami akan segera memuat dokumentasi foto dan video kondisi asli sekolah ini sebagai bukti tak terbantahkan, agar seluruh masyarakat Sumatera Utara dan Indonesia tahu: Di Padangsidimpuan, ada uang miliaran raib, sementara anak-anak belajar di bangunan yang siap runtuh. (L.R)

Berita Terkait