Agustus 3, 2026

Presiden Prabowo: Semua Partai Punya Banyak Patriot dan Banyak Bajingannya, Ajak Elite Politik Akhiri Pertikaian dan Perkuat Persatuan

Jakarta, Karbonews.com || Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan tidak terus terjebak dalam pertikaian politik.

Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun setelah kontestasi usai seluruh pihak harus kembali bersatu demi kepentingan bangsa dan rakyat.

Pesan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada (12/7/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa setiap partai politik memiliki beragam karakter kader. Karena itu, masyarakat tidak seharusnya menilai sebuah partai secara hitam putih.

“Untuk apa kita bertikai? Kita ini satu keluarga, apa pun latar belakang kita, apa pun suku kita, apa pun partai kita,” ujar Prabowo di hadapan ribuan peserta.

Ia kemudian melontarkan pernyataan yang mengundang gelak tawa dan tepuk tangan para hadirin.
“Semua partai banyak patriot, dan semua partai banyak bajingannya juga.”
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai penegasan bahwa tidak ada satu pun partai politik yang sepenuhnya berisi orang baik maupun orang buruk.

Suasana acara sempat mencair ketika Prabowo bergurau mengenai penggunaan kata “bajingan” dalam pidatonya. Ia bahkan melempar pertanyaan kepada peserta apakah seorang presiden boleh menggunakan istilah tersebut.

“Presiden boleh ngomong bajingan, boleh enggak? Aku enggak tanya kalian, aku tanya Menteri Pendidikan ini gimana? Boleh enggak? Ini kan tidak termasuk kasar kan, bajingan ya bajingan,” katanya yang kembali disambut tawa peserta.

Prabowo menjelaskan, istilah tersebut muncul secara spontan karena dirinya lahir dan besar di lingkungan budaya Betawi.

“Saya lahir di Betawi, jadi maaf kalau saya semangat, kata-kata Betawi keluar. Sorry ye,” ujarnya.

Tak hanya itu, Prabowo juga sempat melontarkan candaan mengenai isi pidatonya yang dianggap menyerupai kampanye politik.
“Ini hari jadi koperasi atau sudah mulai kampanye ini? Gimana?” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengajak masyarakat menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh budaya saling mencaci, iri hati, maupun saling mencurigai.

“Marilah kita kembali ke sifat bangsa Indonesia, yaitu saling memaafkan, saling mengerti, saling mengasihi, saling membantu. Jangan ikut-ikut budaya caci maki, budaya dengki, budaya curiga. Tidak ada keberhasilan dengan pertikaian,” tegasnya.

Menurut Prabowo, kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat mampu bekerja sama dan mengesampingkan perbedaan politik.

Demokrasi Berakhir, Saatnya Bersatu
Presiden menegaskan bahwa persaingan politik merupakan bagian dari demokrasi yang sehat. Namun, setelah pemilu selesai, seluruh kekuatan politik harus kembali bersatu untuk membangun Indonesia.

“Berbeda partai tidak ada masalah. Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Enggak ada masalah. Siapa yang menang, monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu?” ujarnya.

Prabowo juga mengisahkan pengalamannya yang beberapa kali mengikuti pemilihan presiden. Ia mengaku pernah mengalami empat kali kekalahan sebelum akhirnya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

Meski demikian, ia menegaskan tidak pernah mengarahkan para pendukungnya melakukan tindakan anarkistis.

“Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah. Enggak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja enggak. Saya datang pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat,” ungkapnya.

Di akhir pidatonya, Prabowo kembali mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat persatuan sebagai fondasi utama dalam membangun Indonesia.

“Kita ini satu bangsa. Satu nusa, satu bangsa, kita ini satu keluarga. Buktikanlah bahwa bangsa Indonesia ini bangsa yang khas, bangsa yang bersatu. Kita bersaing, habis itu bersatu, bekerja untuk seluruh rakyat. Inilah bangsa Indonesia,” pungkas Presiden.

Ervinna

Berita Terkait