Jakarta, Karbonews.com || Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan merata hingga ke berbagai daerah.
Menurut Dody, pembangunan fasilitas pendidikan tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak di seluruh Indonesia.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan,” ujar Dody dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, pada (15/7/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan gedung sekolah yang representatif, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa melalui peningkatan kualitas generasi muda.
Sejalan dengan dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, sejumlah Sekolah Rakyat yang dibangun oleh PT Nindya Karya (Persero) telah siap digunakan. Fasilitas tersebut mulai difungsikan bersamaan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru.
Kesiapan operasional sekolah tersebut menjadi bukti sinergi antara pemerintah dengan badan usaha milik negara (BUMN) dalam mempercepat penyediaan sarana pendidikan yang aman, nyaman, dan layak guna mendukung proses belajar mengajar.
Pada tahap kedua pembangunan, PT Nindya Karya menyelesaikan proyek Sekolah Rakyat di 20 lokasi yang tersebar di empat provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Maluku.
Pemerataan pembangunan di berbagai wilayah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang memadai, pemerintah berharap semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar dalam lingkungan yang lebih baik.
Direktur Utama PT Nindya Karya Firmansyah mengatakan dimulainya kegiatan MPLS menjadi tonggak penting karena menandai bahwa hasil pembangunan telah memasuki tahap pemanfaatan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan.
Dimulainya kegiatan MPLS menjadi bukti bahwa hasil pembangunan yang dikerjakan Nindya Karya sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Keberhasilan proyek ini bukan hanya diukur dari rampungnya konstruksi, tetapi dari manfaat yang terus dirasakan oleh generasi penerus bangsa,” ujar Firmansyah.
Ia menambahkan, Nindya Karya berkomitmen menjaga kualitas setiap proyek infrastruktur yang dikerjakan agar mampu mendukung program prioritas pemerintah, khususnya di sektor pendidikan.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat fondasi pembangunan nasional melalui peningkatan kualitas pendidikan.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan pemerataan pembangunan hingga ke daerah-daerah yang membutuhkan, pemerintah berharap dapat menciptakan SDM Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Ervinna

