Tembilahan || Karbonews.com – Masyarakat di wilayah Tembilahan dan sekitarnya diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya satwa monyet ekor panjang yang memasuki kawasan permukiman warga. Kejadian tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena sejumlah warga dilaporkan menjadi korban serangan satwa liar tersebut.
Hingga Rabu, 5 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB, tercatat sekitar 20 orang dilaporkan mengalami serangan akibat keberadaan monyet ekor panjang yang berkeliaran di beberapa titik permukiman. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk mengingatkan masyarakat agar tidak panik serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Warga diminta tetap menjaga situasi tetap kondusif dengan mengedepankan sikap tenang dan saling bekerja sama dalam menghadapi kondisi yang sedang berlangsung. Kepanikan dinilai justru dapat memperburuk keadaan, sehingga masyarakat diharapkan tetap mengikuti perkembangan informasi dari pihak yang berwenang dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Selain itu, masyarakat juga diimbau agar lebih bijaksana dalam menerima berbagai informasi maupun isu yang beredar, terutama melalui media sosial dan grup percakapan. Setiap informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan hendaknya terlebih dahulu dipastikan kebenarannya sebelum diteruskan kepada orang lain. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah berkembangnya berita bohong atau informasi yang dapat memicu kepanikan di lingkungan masyarakat.
Pengurus maupun admin grup komunikasi warga juga diharapkan berperan aktif melakukan penyaringan serta verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima. Dengan demikian, masyarakat hanya memperoleh informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan laporan yang beredar di lingkungan masyarakat, kawasan yang terdampak sementara meliputi Lorong Tampomas, Lorong Handayani, kawasan Malagas, Jembatan Dua, serta Jalan Datuk Bandar. Warga yang berada di sekitar lokasi tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat dianjurkan selalu menutup pintu dan jendela rumah, menghindari bepergian seorang diri terutama pada sore hingga malam hari, serta memberikan pengawasan secara langsung terhadap anak-anak ketika bermain di luar rumah. Warga juga diingatkan agar tidak mencoba menangkap atau mengejar monyet secara mandiri karena tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan diri maupun orang lain.
Diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar situasi tetap aman dan terkendali. Apabila melihat keberadaan monyet yang berpotensi membahayakan, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat atau instansi terkait sehingga dapat dilakukan penanganan secara profesional sesuai prosedur.
Semangat kebersamaan, kewaspadaan, serta kepedulian antarwarga diharapkan menjadi kunci dalam menghadapi situasi ini. Dengan koordinasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait, diharapkan penanganan terhadap satwa liar tersebut dapat segera diselesaikan sehingga keamanan, kenyamanan, dan aktivitas masyarakat di Tembilahan dapat kembali berlangsung secara normal.(Yti)

