September 25, 2026

Diduga! Kades Batuhoring Sering Memaki Korban Banjir Melalui akun Facebook

Padangsidimpuan, Karbonews.com II Fenomena aneh dan diduga penuh kepura-puraan terjadi di Desa Batuhoring. Kepala Desa yang bersangkutan, Derikson T. Pandiangan, diduga kuat menggunakan media sosial Facebook untuk melontarkan kata-kata kasar, memaki, dan mengancam warga korban banjir bandang tanggal 25 November 2025.

Namun yang paling membuat warga geleng kepala adalah responsnya saat dikonfirmasi.
(25/04/2026)

⚠️ Catatan Hukum & Jurnalistik:
Sesuai dengan asas praduga tak bersalah (Presumption of Innocence), seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini diduga bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berlaku dan inkrah.

Saat dikonfirmasi : Itu akun palsu!
Berdasarkan informasi yang diterima, ketika warga dan pihak lain mempertanyakan keberadaan akun Facebook bernama “Derikson T. Pandiangan” yang diduga miliknya dan sering melontarkan kata-kata kasar serta ancaman, jawaban Kepala Desa singkat saja:

“Itu Akun Palsu, Bukan Saya!”

Ia berusaha menepis semua tuduhan dengan alasan bahwa akun tersebut adalah akun palsu yang dibuat orang lain untuk menjatuhkan dirinya.

🤔 Fakta yang membuat Warga heran
Namun, hal ini justru menimbulkan tanda tanya besar dan membuat masyarakat keheranan.

Kenapa? Karena:
✅ Namanya sama persis: Di akun tersebut tertulis jelas nama lengkapnya: Derikson T. Pandiangan.
✅ Diduga Fhoto Profil: Menggunakan foto mencurigakan
✅ Gaya Bahasa: Nada bicara, pilihan kata, dan logat bahasanya sama persis seperti saat ia berbicara langsung.
✅ Cepat Merespon: Begitu ada yang mengomentari atau “nyenggol dikit”, akun tersebut langsung merespons dengan emosi dan kata-kata keras, persis seperti karakter aslinya.

Bahkan dalam tangkapan layar yang diterima media ini, terlihat jelas akun tersebut membalas komentar warga dengan menggunakan bahasa daerah yang khas, yang langsung dikenali oleh masyarakat sebagai gaya bicara sang Kades.

🗣️ Diduga Memaki Korban Bencana

Warga mengaku sangat kecewa dan tersinggung. Pasalnya, kata-kata kasar dan ancaman tersebut tidak ditujukan kepada orang sembarangan, melainkan kepada warga yang menjadi korban bencana banjir bandang.

Padahal, sebagai pemimpin desa, seharusnya ia membimbing, melindungi, dan menghibur warganya yang sedang menderita, bukan malah memaki dan mengancam lewat media sosial.

“Kami heran, kalau memang akun palsu, kenapa namanya dipakai, fotonya dipakai, dan gayanya persis? Ini kan jelas akun asli dia yang cuma mau mengelak saja,” ujar salah satu warga.

📢 Tuntutan Masyarakat
Masyarakat menuntut agar pihak berwenang APH
segera menindaklanjuti kasus ini.

1. Jangan mau dibohongi: Buktikan apakah akun itu asli atau palsu dengan penelusuran IP dan data pengguna.

2. Proses Hukum: Jika terbukti itu memang akun miliknya dan didalamnya berisi ujaran kebencian atau ancaman, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

3. Etika Kepemimpinan: Seorang Kepala Desa tidak pantas memaki warganya, apalagi warga yang sedang tertimpa musibah.

“INI NEGARA DEMOKRASI, BUKAN NEGARA DIKTATOR! JANGAN SEMBARANGAN MEMAKI WARGA HANYA KARENA BERBEDA PENDAPAT!” (Zeb)

Berita Terkait