September 23, 2026

Gubernur Banten Umumkan Penghentian Operasi SAR Kapal Arupadhatu 1: Pencarian 8 Korban Masih Terus Dipantau

BANTEN,Karbonews.com || Operasi pencarian terhadap delapan orang korban insiden hilangnya kapal Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah berlangsung selama sepuluh hari. Keputusan ini diambil menyusul nihilnya petunjuk signifikan, meskipun tim SAR gabungan telah memaksimalkan waktu pencarian termasuk perpanjangan masa operasi selama tiga hari.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, dalam keterangannya pada Kamis, 17 September 2026. Beliau menjelaskan bahwa selama proses pencarian, tim SAR sempat mendeteksi dan memeriksa 13 objek di perairan. Namun, setelah dilakukan konfirmasi mendalam bersama pihak Polairud, seluruh benda tersebut dipastikan tidak memiliki keterkaitan dengan kapal Arupadhatu 1.

Manifesto korban yang belum ditemukan terdiri dari lima orang jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), serta satu orang pemandu. Meski operasi skala penuh telah dihentikan, Gubernur Banten menegaskan bahwa upaya pemantauan terhadap nasib para korban akan tetap dilanjutkan oleh instansi terkait.

“Operasi 10 hari resmi dihentikan, tetapi pemantauan terhadap para korban, yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal, akan terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Andra Soni.

Pemerintah Provinsi Banten turut membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, para nelayan, maupun awak kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian untuk melaporkan segala informasi penting. Pihak berwenang membuka kemungkinan untuk menghidupkan kembali operasi pencarian apabila ditemukan petunjuk atau informasi valid di kemudian hari.

Bagaimana tanggapan Anda terhadap langkah lanjutan pemantauan yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Banten ini.

Endi Suhendi

 

Berita Terkait