Bogor,Karbonews.com || Wali Kota Bogor, Drs. H. Dedie Abdul Rachim, M.A., hadir sebagai satu-satunya perwakilan kepala daerah dari Jawa Barat dalam acara pertemuan strategis yang digagas oleh AMEC Indonesia pada Senin malam, 18 Agustus 2025.
Dalam forum tersebut, Dr. Sultan AMH Adrian S., S.T., http://M.BA selaku King of Nusantara, Sultan Paser XVIII sekaligus Presiden AMEC Indonesia, menegaskan komitmen AMEC untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan jejaring bisnis internasional dengan para pengusaha nasional.
Tiga tujuan utama yang diusung dalam kegiatan ini adalah:
1. Dukungan Ekonomi : Menghubungkan pelaku usaha global dengan UMKM, koperasi, dan profesional di dalam negeri.
2. Kolaborasi Internasional: Memperkuat kerja sama di sektor ekonomi, pangan, dan energi antara AMEC Indonesia dan AMEC Global.
3. Selaras Asta Cita : Mendukung penuh visi “Asta Cita” Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam pidatonya, Sultan Adrian juga mengumumkan beberapa program strategis ke depan. Maluku ditetapkan sebagai provinsi pionir kemitraan pertama AMEC Indonesia. Selanjutnya akan digelar Bali Business & Investment Forum yang mempertemukan 101 pengusaha global dari Afrika, Asia, dan Timur Tengah. Puncak inisiatifnya adalah AMEC Smart Farming 2027, forum pertanian cerdas terbesar di Indonesia dengan partisipasi dari 101 negara di 3 benua.
Perwakilan AMEC Global dalam sambutannya menekankan pentingnya kepercayaan sebagai fondasi utama kerja sama antar bangsa. Ia merujuk semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung dan memaparkan 4 pilar AMEC: Trade, Investment, Innovation, and Inclusion. Kawasan Indonesia, Afrika, dan Timur Tengah disebut sebagai mitra ekonomi yang saling melengkapi.
Acara juga diisi dengan penyerahan Surat Keputusan dan Pataka AMEC Indonesia kepada Dr. Sultan AMH Adrian S. secara resmi. Sesi dilanjutkan dengan foto bersama para tamu undangan, jajaran CEO, dan delegasi internasional.
Turut hadir dalam kesempatan ini Misi Merah Putih Ponder yang diwakili oleh Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Prof. Dr. Kun Nurachadijat, serta pengamat publik Yusup Hermawan.
Pernyataan Khusus Pengamat Publik
“Acara ini menjadi bukti nyata bahwa masa depan ekonomi Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sinergi tiga kekuatan: pemerintah, kearifan lokal, dan jejaring global. Kehadiran Wali Kota Bogor dan para pemangku kepentingan lainnya menunjukkan bahwa pembangunan harus dimulai dari daerah, dengan menghormati nilai budaya sekaligus membuka pintu investasi yang berkeadilan. Inilah arah baru kolaborasi yang kita butuhkan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Yusup Hermawan, Pengamat Publik.
Di akhir acara, seluruh peserta juga menyampaikan doa dan simpati untuk para korban gempa tektonik 7.7 SR di Flores, NTT, serta berkomitmen menyalurkan dukungan melalui jalur pemerintah.
Yusup.Hermawan

