Juli 31, 2026

Dasco Serap Aspirasi Guru TK, Penguatan PAUD dan Kesejahteraan Pendidik Masuk Agenda DPR RI

Jakarta, Karbonews.com || Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Gerindra Kawendra Lukistian menerima audiensi Pengurus Pusat Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia-Persatuan Guru Republik Indonesia (PP IGTKI-PGRI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada (30/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi para guru taman kanak-kanak untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait peningkatan kesejahteraan, penguatan kompetensi, hingga pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Ketua Umum PP IGTKI-PGRI Eka Putri Handayani mengungkapkan bahwa organisasinya menaungi sekitar 350 ribu guru taman kanak-kanak di seluruh Indonesia. Sebagian besar dari mereka merupakan guru swasta dengan status honorer yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek kesejahteraan dan kepastian karier.

“Harapan kami, guru TK dapat diangkat menjadi PPPK dan mendapatkan pemerataan program inpassing,” ujar Eka usai audiensi.

Menurutnya, program inpassing menjadi salah satu kebutuhan mendesak karena berfungsi sebagai penyetaraan jabatan, masa kerja, dan pengakuan profesional bagi guru non-ASN.

Melalui program tersebut, guru dapat memperoleh hak dan tunjangan yang lebih layak sehingga kesejahteraan mereka meningkat.

Selain persoalan status dan kesejahteraan guru, PP IGTKI-PGRI juga menyampaikan dukungan terhadap implementasi program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari jenjang taman kanak-kanak.

Organisasi tersebut menilai pendidikan anak usia dini merupakan tahap fundamental dalam membentuk karakter, kemampuan sosial, serta kesiapan belajar anak sebelum memasuki pendidikan dasar.

Dalam kesempatan itu, PP IGTKI-PGRI juga mengusulkan perluasan program pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, terutama bagi tenaga pendidik di daerah.

Salah satu fokus yang disampaikan adalah peningkatan kapasitas guru dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusif agar layanan pendidikan yang berkualitas dapat dinikmati seluruh anak Indonesia tanpa diskriminasi.

Tak hanya itu, organisasi profesi guru tersebut turut mendorong percepatan digitalisasi dan revitalisasi sekolah sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus memperkuat kesiapan satuan pendidikan menghadapi perkembangan teknologi.

PP IGTKI-PGRI juga meminta dukungan DPR RI terhadap penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni Guru Taman Kanak-Kanak tingkat nasional yang rencananya akan diikuti sekitar 4.000 guru TK dari berbagai provinsi.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ajang penguatan kompetensi, kreativitas, sekaligus mempererat silaturahmi antarpendidik dari seluruh Indonesia.

Eka mengapresiasi kesempatan berdialog langsung dengan pimpinan DPR RI dan berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan pendidikan nasional.

“Banyak aspirasi guru taman kanak-kanak seluruh Indonesia yang kami sampaikan. Mudah-mudahan pertemuan ini bermanfaat bagi guru dan pendidikan taman kanak-kanak,” katanya.

Sementara itu, audiensi tersebut mencerminkan komitmen DPR RI dalam menyerap aspirasi para pendidik sebagai mitra strategis pembangunan sumber daya manusia.

Penguatan PAUD dinilai menjadi salah satu agenda penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Melalui dialog bersama PP IGTKI-PGRI, DPR RI diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan guru taman kanak-kanak, pemerataan kualitas pendidikan anak usia dini, serta penguatan peran PAUD sebagai fondasi utama dalam menyiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.

Ervinna

Berita Terkait