Agustus 1, 2026

Jaga Tradisi dan Spiritual: 52 Tahun Langkah Istiqomah Majlis Dzikir Syuhada Partisan Siliwangi Sejati

Serang, Karbonews.com || Suasana khidmat nan penuh keberkahan menyelimuti Kampung Cinangka, Desa Cinangka, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang pada Rabu malam (29/7/2026).

Sekitar pukul 21.00 WIB, tak kurang dari 150 jamaah yang terdiri dari anggota, simpatisan, hingga masyarakat luas—bahkan yang datang dari luar kecamatan—berkumpul bersama dalam agenda rutin Pengajian Berjamaah dan Dzikir Majlis Syuhada Partisan Siliwangi Sejati (PS).

Tradisi spiritual ini bukanlah hal baru, melainkan akar kebudayaan dan keagamaan yang telah dirawat secara istiqomah selama lebih dari 52 tahun. Kegiatan ini terus dipertahankan sebagai warisan luhur dari almarhum guru sepuh, Ama Sugri Arif bin Arif (tokoh legendaris Siliwangi Sejati sejak tahun 1973).

Sanad Keilmuan dan Rejak Historis Perjuangan
​Jejak spiritual Partisan Siliwangi Sejati di tanah Banten memiliki pertautan sejarah yang amat kuat:
​Sanad Keilmuan: Ama Sugri Arif menimba ilmu dari paman beliau, Aki Jasmani (murid dari Ama Pura), yang kemudian dilanjutkan ke Menes di bawah bimbingan Papih Mansyur (KH. Entol Mansyur bin Wiratadjaya)murid langsung Ama Pura yang mendirikan padepokan mashur bernamakan “SAUNG AING”.

Nilai Luhur: Tradisi ini tidak hanya sekadar ajang berkumpul, tetapi juga manifestasi dari pembentukan karakter jamaah agar senantiasa dekat dengan Sang Pencipta dan bermanfaat bagi sesama.

Pelaksanaan Acara
​Rangkaian acara diawali dengan Tawasul yang dipimpin oleh Ustadz Abdul Hanan, dilanjutkan dengan pembacaan Doa Khusyuk oleh KH. Ohen. Kehadiran Lurah/Kepala Desa setempat beserta jajaran tokoh masyarakat makin memperkuat sinergi antara ulama, umaro (pemerintah), dan warga.

Turut hadir dalam majlis penuh keberkahan ini pimpinan jajaran kepengurusan:
​DPP Partisan Siliwangi Sejati: Endi Suhendi
​Ketua DPD: Muhamad Idris
​Kiprah Real Siliwangi Sejati di Tengah Masyarakat
​Partisan Siliwangi Sejati terus membuktikan bahwa falsafah Siliwangi yakni Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh—bukan sekadar motto, melainkan tindakan nyata. Melalui Majlis Dzikir Syuhada, organisasi ini konsisten hadir membawa kedamaian, mempererat persaudaraan antarwarga, membina akhlak generasi muda, serta menjadi benteng kelestarian budaya dan ajaran keimanan di Banten.
​”Kehadiran Partisan Siliwangi Sejati di tengah masyarakat adalah bukti nyata bahwa nilai-nilai perjuangan leluhur dan nilai keagamaan dapat berjalan seiring untuk membangun ketentraman dan kerukunan. (Yh)

Berita Terkait